Penyebab ISPA Pada Anak
0 Comments

Ispa merupakan sebuah singkatan bagi kondisi penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas. Saluran pernafasan atas meliputi hidung, laring, faring, tenggorokan dan bronkus. Siapa saja bisa terkena ISPA karena kondisi lingkungan ataupun sistem kekebalan tubuhnya. Namun yang paling rentan terkena Ispa adalah anak-anak yang memiliki kekebalan tubuh masih rendah dan sering lalai menjaga kebersihan. Ispa pada anak sering ditandai dengan gejala batuk, pilek, demam, atau suara serak. Ispa ini mudah menular pada anak lain atau pada lansia yang memiliki kekebalan tubuh rendah.

Apa sebenarnya penyebab dari ISPA? Ada banyak penyebab penyakit ini sesuai dengan jenis penyakit yang ditimbulkan. Untuk kondisi pilek misalnya, disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saat tubuh sedang dalam kondisi rentan. Virus penyebab pilek dapat mati dengan sendirinya seiring dengan meningkatnya kondisi kekebalan tubuh anak. Namun virus juga sangat mudah ditularkan melalui percikan ingus atau air liur. Selain dari cairan, virus juga bisa menular melalui kontak langsung dengan penderita seperti berjabat tangan apabila di tangan penderita terdapat kontaminasi virus tersebut.

Selain diakibatkan oleh virus, ISPA juga bisa diakibatkan oleh bakteri penyebab penyakit. Contoh kasusnya adalah infeksi pada bronkus yang menyebabkan penderita batuk berdahak. Kondisi ini akan membaik jika penderita mengkonsumsi antibiotik sesuai dengan dosisnya hingga sembuh. Meski begitu tak semua batuk disebabkan oleh bakteri karena bisa juga disebabkan oleh virus atau reaksi alergi yang bisa sembuh dengan sendirinya. Berikut ini adalah gejala-gejala ISPA lainnya yang sering terjadi pada anak-anak:

  • Bersin.
  • Hidung tersumbat.
  • Nyeri di tenggorokan.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Asma.

Saat anak mengalami gejala ISPA, orang tua bisa melakukan perawatan di rumah karena gejala ini dapat hilang dengan sendirinya jika disebabkan oleh virus. Berikut ini adalah tindakan perawatan yang bisa diberikan pada anak:

  • Beri waktu anak istirahat yang cukup, jika perlu paksa anak untuk beristirahat.
  • Beri anak minum air putih yang cukup.
  • Bantu si kecil untuk membuang ingus di hidung dan dahak pada tenggorokan.
  • Oleskan minyak esensial untuk membantu mengencerkan ingus agar mudah dikeluarkan.
  • Beri minuman hangat dengan garam untuk mengurangi rasa sakit di tenggorokan.
  • Jauhkan si kecil dari asap rokok dan kendaraan.

Jika dengan cara-cara tersebut si kecil tetap merasa sakit bahkan semakin parah setelah 2 hari, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Seperti yang disebutkan di atas bahwa penyakit ISPA sering terjadi pada anak yang memiliki kekebalan tubuh rendah sehingga untuk tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindarkan si kecil dari gangguan ISPA adalah dengan memberikan makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. Selain itu jaga lingkungan anak agar senantiasa bersih sehingga tak ada infeksi kuman, virus ataupun bakteri yang dapat menyebarkan penyakit.

ISPA pada anak bisa sembuh dengan sendirinya seiring dengan kekebalan tubuhnya yang meningkat. Namun Anda sebagai orang tua juga tak boleh menganggapnya enteng sehingga perlu memberi dukungan agar ISPA anak lebih cepat sembuh. Jika si kecil tidak menunjukkan gejala membaik setelah dua hari, segera bawa ia ke dokter agar dapat diberi resep obat antibiotik karena besar kemungkinan ISPA yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri yang memiliki cara penanganan berbeda dari virus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *